Jumat, 25 November 2016

Psikolgi Manajemen (Kepemimpinan)

KEPEMIMPINAN


DEFENISI KEPEMIMPINAN
Apakah kamu tahu arti kepemimpinan?  Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
  • Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  • Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut

JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan Transaksional
Pengertian
Model kepemimpinan yang terjadi ketika pola relasi antara pemimpin dengan konstituen, maupun antara pemimpin dengan elit politik lainnya dilandasi oleh semangat pertukaran kepentingan ekonomi atau politik untuk memelihara atau melanjutkan status quo (Burns 1978).
Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995), Kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin memfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan. Kepemimpinan Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin dalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
Karakteristik Kepemimpinan Transaksional
  • Pengadaan Imbalan, pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi para anggota. Imbalannya berupa kebutuhan tingkat fisiologis (Maslow).
  • Eksepsi/pengecualian, dimana pemimpin akan memberi tindakan koreksi atau pembatalan imbalan atau sanksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan

Kepemimpinan Transformasional
Pengertian
Keller (1992) mengemukakan bahwa Kepemimpinan Transformational adalah sebuah gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemenuhan terhadap tingkatan tertinggi dari hirarki Maslow yakni kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
Kepemimpinan transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpinan yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Para pemimpin secara riil harus mampu mengarahkan organisasi menuju arah baru (Locke, 1997).
Karakteristik Kepemimpinan Transformasional
  • Adanya pemberian wawasan serta penyadaran akan misi,membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence -Charisma)
  • Adanya proses menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation),
  • Adanya usaha meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama (Intellectual Stimulation),
  • Pemimpin memberikan perhatian, membina, membimbing, dan melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (IndividualizedConsideration).


Kepemimpinan Transaksional
·         Berdasarkan keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan
·         Dimulai dengan kekuatan, posisi dan politik
·         Berdasarkan kejadian sehari-hari
·         Pencapaian tujuan jangka pendek dan orientasi pada data yang nyata
·         Fokus pada masalah taktis
·         Mengandalkan hubungan yang baik untuk interaksi antar sesame
·         Memenuhi peran yang diharapkan melalui kerja yang efektif sesuai dengan sistem
·         Mendukung sistem dan struktur yang menghasilkan dan memaksimalkan efisiensi dan menjamin keuntungan dalam jangka pendek
Kepemimpinan Transformasional
·         Berdasarkan kebutuhan seseorang untuk suatu arti
·         Dimulai dengan tujuan dan nilai-nilai, moral dan etika
·         Lebih dari (diatas) kejadian sehari-hari
·         Pencapaian tujuan jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai-nilai dan prinsip
·         Fokus pada misi dan strategi
·         Mengarahkan potensi; identifikasi dan pengembangan sumber daya
·         Mendesain dan me-re-desain pekerjaan supaya menjadi lebih berarti dan menantang
·         Menyesuaikan struktur dan sistem internal untuk pencapaian nilai dan tujuan



TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN
1.Tipe Otokratis. Ciri-cirinya antara lain: Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan, menganggap dirinya paling berkuasa, keras dalam mempertahankan prinsip, jauh dari para bawahan dan perintah diberikan secara paksa
2.Tipe Laissez Faire. Ciri-ciri antara lain : Memberi kebebasan kepada para bawahan, pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan, semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan, tidak mempunyai wibawa, dan tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik
3. Tipe Paternalistik. Ciri-ciri antara lain : Pemimpin bertindak sebagai bapak, memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa, selalu memberikan perlindungan, dan keputusan ada ditangan pemimpin.
4. Tipe Militerlistik. Ciri-ciri antara lain : Dalam komunikasi menggunakan saluran formal, menggunakan sistem komando/  perintah, segala sesuatu bersifat formal dan disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
5. Tipe Demokratis. Ciri-ciri antara lain : Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, bersifat terbuka, bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide- ide baru, dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat dan menghargai potensi individu
6.Tipe Open Leadership Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

TEORI KEPEMIMPINAN

1. Teori Kelebihan
2. Teori Sifat
3. Teori Keturunan
4. Teori Kharismatis
5. Teori Bakat
6. Teori Sosial.

DAFTAR PUSTAKA:

Sukanto R & T. Hani Handoko. Organisasi Perusahaan. PBFE, Yogyakarta. 2000.
Widyatmini & Izzati A. Pengantar Organisasi dan Metode, Gunadarma, Jakarta, 1995.
www.kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/5a-KEPEMIMPINAN(revDes'02).doc.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar