DEFENISI
KOMUNIKASI, DIMENSI KOMUNIKASI, & PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM
ORGANISASI
DEFENISI KOMUNIKASI
Kata “komunikasi” mungkin sudah tidak asing
lagi untuk kita dengar karena dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk
sosial komunikasi merupakan suatu hal yang tidak mungkin di lepas dari
kehidupan sosial. Banyak hal yang terlintas pada saat kita mendengar atau membahas kata
komunikasi tersebut, kita bisa saja mengartikan komunikasi itu sebagai bentuk
percakapan, interaksi sesama orang di sebuah lingkungan. Banyak sekali arti
yang bisa menjelaskan mengenai komunikasi tersebut, tertapi disini saya akan
memperkuat dengan tokoh yang mendefenisikan komunikasi.
Menurut (Edwin Emery), komunikasi adalah seni
menyampaikan informasi, ide, dan sikap seseorang kepada orang lain. Menurut
Wilbur Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Jadi dapat dikatakan pada
saat kita berkomunikasi maka kita akan berusahan menumbuhkan rasa kebersamaan
agar saling berbagi informasi.
DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI
1. Isi
Dimensi isi adalah dimensi yang identik
dengan verbal. Isi dimensi ini memuat apa yang dibicarakan atau pesan individu
dalam berkomunikasi antara satu individu dengan individu lain maupun kelompok. Misalnya, adanya komunikasai atau pembicaraan antara psikolog dengan pasiennya mengenai suatu masalah, pembicaraan tersebut mempunyai suatu isi. Contohnya,
mereka sedang membahas (isi) permasalahan kekerasan seksual yang pasien alami.
Perlu diketahui juga bahwa kita dapat membedakan kategori dari jenis isi
tersebut, misalnya isi tersebut merupakan fakta atau merupakan sebuah perasaan.
2. Kebisingan
Kebisingan adalah bunyi-bunyi yang tidak
dikehendaki seperti tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam melakukan
komunikasi. Efek kebisingan terhadap kesehatan dapat meningkatkan sensitivitas tubuh berupa peningkatan sistem
kardiovaskuler seperti kenaikan tekanan darah dan denyut jantung. Apabila hal
ini terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan reaksi psikologis berupa
menurunnya konsentrasi dan kelelahan. Kebisingan merupakan suatu penghambat
jalannya komunikasi yang baik. Contohnya pada saat seorang dosen mengajar
didepan kelas terdengar suara tertawa di luar kelas, suara tersebut akan
menyebabkan kebisingan di antara komunikasi yang terjadi antara dosen dan
mahasiswa yang ada dikelas. Ada juga yang mengatakan bahwa kita juga perlu
memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya seorang
mahasiswa sedang memikirkan hal-hal lain, sehingga sesekali sukar bagi individu
tersebut untuk mendengarkan dosen.
Jenis-jenis
Kebisingan:
Secara umum jenis kebisingan di kelompokkan
berdasarkan kontinuitas, intensitas dan spectrum frekuensi suara antara lain:
- Study state – narrow band noise : Kebisingan yang terus menerus dengan spectrum yang sempit seperti suara mesin, kipas angin.
- Non study state – narrow bund noise : Kebisingan yang tidak terus menerus dengan sprektrum suara yang sempit seperti mesin gergaji, katup uap.
- Kebisingan intermiten : Kebisingan yang terjadi sewaktu-waktu dan terputus seperti suara pesawat terbang, kereta api.
- Kebisingan impulsive : kebisingan impulsive yang berintensitas tinggi seperti ledakan bom dapat menyebebkan kerusakan pada alat pendengar. Kerusakan dapat terjadi pada gendang telinga atau tulang-tulang halus di telinga tengah.
- pengirim atau penerima; jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan. Orang yang terampil membaca pesan nonverbal orang lain disebut intuitif sedangkan yang terampil mengirimkannya disebut ekspresif.
3. Jaringan
Secara
sederhana, definisi jaringan komunikasi adalah ”siapa berbicara dengan siapa
atau kepada siapa” (Beebe dan Masterson, 1994). Selanjutnya De Vito (1997),
mendefinisikan jaringan komunikasi sebagai suatu saluran atau jalan tertentu
yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Dimensi
jaringan ini menjelaskan sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya
dalam melakukan komunikasi. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif.
Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya akan mengembangkan
pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jaringan komunikasi.
Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistem komunikasi umum yang akan
digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang
lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang
diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi
organisasi.
4. Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
- Komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
- Komunikasi dua arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.
PERAN
PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI
Sebelum
kita membahas mengenai peran psikologi manajemen dalam organisasi, kita harus
tahu dulu mengani psikologi manajemen itu sendiri apa. Psikologi manajemen
adalah ilmu
atau bidang yang membahas tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk
memenuhi kebutuhan. Bagaimana sih manajemennya di dalam
organisasi???
Yaitu ada
empat hal atau fungsi utama nya; melakukan perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan.
Sekarang
mari kita bahas, apasih peran psikologi manajemen dalam organisasi ???
Ternyata
ini sangat berkaitan dengan proses yang dilakukan untuk mewujudkan
tujuan organisasi itu
sendiri melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atau pengawasan orang-orang serta sumber daya
organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Dengan ditemukan dan
dikembangkannya ilmu psikologi
ini, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang
terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan atau organisasi. Dasarnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia,
mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap
kerja, keterampilan, dan
lainnya dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa
dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan atau organisasi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Suprapto,Tommy. (2009). Pengantar Teori dan
Manajemen Komunikasi. Yogyakarta:MedPress.
Sendjaja,
S Djuarsa.1994, Teori
Komunikasi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Vardiansyah,
Dani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan
Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia,
2004.
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/.../Psikologi+Manajemen+Rini.ppt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar