Kamis, 20 Oktober 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN

DEFENISI KOMUNIKASI, DIMENSI KOMUNIKASI, & PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI

DEFENISI KOMUNIKASI
Kata “komunikasi” mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita dengar karena dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial komunikasi merupakan suatu hal yang tidak mungkin di lepas dari kehidupan sosial. Banyak hal yang terlintas pada saat kita mendengar atau membahas kata komunikasi tersebut, kita bisa saja mengartikan komunikasi itu sebagai bentuk percakapan, interaksi sesama orang di sebuah lingkungan. Banyak sekali arti yang bisa menjelaskan mengenai komunikasi tersebut, tertapi disini saya akan memperkuat dengan tokoh yang mendefenisikan komunikasi. 
Menurut (Edwin Emery), komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide, dan sikap seseorang kepada orang lain. Menurut Wilbur Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Jadi dapat dikatakan pada saat kita berkomunikasi maka kita akan berusahan menumbuhkan rasa kebersamaan agar saling berbagi informasi.

DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI
1. Isi
Dimensi isi adalah dimensi yang identik dengan verbal. Isi dimensi ini memuat apa yang dibicarakan atau pesan individu dalam berkomunikasi antara satu individu dengan individu lain maupun kelompok. Misalnya, adanya komunikasai atau pembicaraan antara psikolog dengan pasiennya mengenai suatu masalah, pembicaraan tersebut mempunyai suatu isi. Contohnya, mereka sedang membahas (isi) permasalahan kekerasan seksual yang pasien alami. Perlu diketahui juga bahwa kita dapat membedakan kategori dari jenis isi tersebut, misalnya isi tersebut merupakan fakta atau merupakan sebuah perasaan.
2. Kebisingan
Kebisingan adalah bunyi-bunyi yang tidak dikehendaki seperti tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam melakukan komunikasi. Efek kebisingan terhadap kesehatan dapat meningkatkan sensitivitas tubuh berupa peningkatan sistem kardiovaskuler seperti kenaikan tekanan darah dan denyut jantung. Apabila hal ini terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan reaksi psikologis berupa menurunnya konsentrasi dan kelelahan. Kebisingan merupakan suatu penghambat jalannya komunikasi yang baik. Contohnya pada saat seorang dosen mengajar didepan kelas terdengar suara tertawa di luar kelas, suara tersebut akan menyebabkan kebisingan di antara komunikasi yang terjadi antara dosen dan mahasiswa yang ada dikelas. Ada juga yang mengatakan bahwa kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya seorang mahasiswa sedang memikirkan hal-hal lain, sehingga sesekali sukar bagi individu tersebut untuk mendengarkan dosen. 
Jenis-jenis Kebisingan:
Secara umum jenis kebisingan di kelompokkan berdasarkan kontinuitas, intensitas dan spectrum frekuensi suara antara lain:
  • Study state – narrow band noise : Kebisingan yang terus menerus dengan spectrum yang sempit seperti suara mesin, kipas angin.
  • Non study state – narrow bund noise : Kebisingan yang tidak terus menerus dengan sprektrum suara yang sempit seperti mesin gergaji, katup uap.
  • Kebisingan intermiten : Kebisingan yang terjadi sewaktu-waktu dan terputus seperti suara pesawat terbang, kereta api.
  • Kebisingan impulsive : kebisingan impulsive yang berintensitas tinggi seperti ledakan bom dapat menyebebkan kerusakan pada alat pendengar. Kerusakan dapat terjadi pada gendang telinga atau tulang-tulang halus di telinga tengah.
  • pengirim atau penerima; jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan. Orang yang terampil membaca pesan nonverbal orang lain disebut intuitif sedangkan yang terampil mengirimkannya disebut ekspresif.

3. Jaringan
Secara sederhana, definisi jaringan komunikasi adalah ”siapa berbicara dengan siapa atau kepada siapa” (Beebe dan Masterson, 1994). Selanjutnya De Vito (1997), mendefinisikan jaringan komunikasi sebagai suatu saluran atau jalan tertentu yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Dimensi jaringan ini menjelaskan sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistem komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.
4. Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
  • Komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
  • Komunikasi dua arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.
PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI
Sebelum kita membahas mengenai peran psikologi manajemen dalam organisasi, kita harus tahu dulu mengani psikologi manajemen itu sendiri apa. Psikologi manajemen adalah ilmu atau bidang yang membahas tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Bagaimana sih manajemennya di dalam organisasi???
Yaitu ada empat hal atau fungsi utama nya; melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Sekarang mari kita bahas, apasih peran psikologi manajemen dalam organisasi ???
Ternyata ini sangat berkaitan dengan proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi itu sendiri melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atau pengawasan orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi ini, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan atau organisasi. Dasarnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan lainnya dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan atau organisasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Suprapto,Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta:MedPress.
Sendjaja, S Djuarsa.1994, Teori Komunikasi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Vardiansyah, Dani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/.../Psikologi+Manajemen+Rini.ppt
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar