SDM,
ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN BESERTA IMPLEMENTASI YANG ADA DI INDONESIA
SUMBER DAYA MANUSIA
Hallo anak muda,
udah siap belum untuk jadi Sumber daya manusia ???? yang pasti nya harus memiliki potensi yang bisa digunakan yaaaa, so jangan lupa selalu memperdalam ilmu
pengetahuan kalian !!!
Nah, sebelum itu
kalian pada tahu ga sih Sumber daya manusia itu apa ???
Yok baca dulu,
budayakan membaca selagi masih muda J
Sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM
merupakan potensi yang ada dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai
makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya
sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya
kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Hasibuan (2002,p12)
membagi komponen SDM menjadi: pengusaha, karyawan (karyawan operasional, karyawan
manejerial), dan pemimpin
Oleh karena
itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil
penjurusan industri dan organisasi.
Dalam sudut pandang lain, pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua yaitu
:
- makro yaitu semua manusia, penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasui usia angkatan kerja baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan.
- mikro yaitu manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut karyawan, pekerja, atau tenaga kerja.
Ada dua dimensi di dalam Sumber daya manusia
:
- Dimensi kualitatif; mencakup potensi yang ada pada manusia, antara lain ide, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif.
- Dimensi kuantitatif; terdiri atas prestasi dunia kerja yang memasuki dunia kerja dalam jumlah waktu belajar.
TEORI- TEORI SUMBER DAYA MANUSIA
- TEORI KLASIK ADAM SMITH : manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran suatu negara.
- TEORI JEAN BAPTISTE SAY : peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan/ keterampilan, disiplin, etos kerja yang produktif, sikap kreatif dan inovatif, serta membina lingkungan yang sehat untuk memacu prestasi.
- TEORI MALTHUS : jumlah penduduk yang tinggi pasti mengurangi nilai produksi perkepala, sehingga untuk mengatasi masalah ini hanya dapat dilakukan dengan mengandalikan pertumbuhan penduduk.
- TEORI JOHN MAYNARD KEYNES : penggunan tenaga kerja penuh ( fully employed) tidak akan dicapin karena tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai pandangan teori klasik yang menuju keseimbangan.
- TEORI HARROD DOMAR : disebut sebagai teori pertumbuhan, dimana peran modal fisik dalam model pertumbuhan sangat besar.
- TEORI ROBERT MERTON SELOW : pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagi sumber daya yang positif.
Jadi pengelolaan sumber daya manusia sendiri
akan menjadi bagian yang sangat penting apabila di kelola dengan baik, dan sebaliknya
jika sumber daya manusia tidak di kelola dengan baik maka efektivitas apapun
tidak akan pernah tercapai.
ORGANISASI
Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung
untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam
mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka
tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang
mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Menurut ERNEST DALE: Organisasi adalah suatu proses perencanaan
yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubunngan kerja dari
orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Didalam sebuah organisasi terdapat sebuah teori, teori
organisasi tersebut berfungsi menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama
organisasi dan memberikan tuntunan dalam pengambilan keputusan berdasarkan
prediksi akibat pengambilan keputusan tersebut. Menurut Lubis
dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah sekumpulan ilmu pengetahuan
yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Teori organisasi merupakan sebuah
teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu. Hakekat kelompok dalam
individu untuk mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan
menggunakan teori yang dapat menerangkan tingkah laku, terutama motivasi,
individu dalam proses kerjasama.
Dibawah ini merupakan bagan tentang
perkembangan Teori Organisasi:
Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat
penting dalam manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan
dalam roda organisasi, namun tetap saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya
penggerak dari sumber daya lainnya yang dimiliki oleh organisasi dalam bentuk
apapun.
DAFTAR PUSTAKA
teori kepemimpinan.doc -
Google Docs
Teori Organisasi Klasik : Organisasi
merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila
orang bekerja sama. Empat
unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal yaitu sistem kegiatan
yang terkoordinasi, kelompok orang, kerjasama, kekuasaan & kepemimpinan.
Teori ini berkembang dalam 3 aliran yaitu
- BIROKRASI : Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL ; “legal” disebabkan ada wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
- ADMINISTRASI : adanya kaidah; pembagian kerja, wewenang & tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, mendahulukan kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, aturan, keadilan, kelanggengan personalia, inisiatif, dan semangat korps
- MANAJEMEN ILMIAH : Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi atau seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja
Teori Neoklasik : Teori ini menekankan pada
pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun
kelompok kerja.
Teori Organisasi Modern : Melihat bahwa semua
unsur organisasi sebagai satu kesatuan
yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan.
CIRI-CIRI
ORGANISASI:
- Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
- Dikembangkan untuk mencapai tujuan
- Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
- Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.
KEPEMIMPINAN
Yang mau jadi calon pemimpin, ayok dibaca duluuuu heheee !!!
Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu
kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara fungsional.Kepemimpinan disebut juga figur sentral yang
mempersatukan kelompok. Brown (1936) berpendapat bahwa pimpinan tidak dapat
dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi
dengan potensi tinggi di lapangan.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
- Teori Genetie : “leaders are born and not made”, penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
- Teori Sosial : Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :“Leaders are made and not born”.
- Teori Ekologis : Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
TIPE KEPEMIMPINAN
- Tipe Otokratik: memiliki karakteristik negatif, egois dan otoriter. Cenderung memandang karywan seperti mesin sehingga tidak menghargai martabat manusia. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan tugas tanpa mengkaitkan dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Pengabaian peranan bawahan dalam pengambilan keputusan.
- Tipe Paternalistik: tipe ini banyak terdapat di dalam masyarakat; tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru yang dapat dijadikan panutan dan tauladan.
- Tipe Kharismatik: daya tarik yang ada pada diri seseorang sehingga mampu meraih banyak pengikut.
- Tipe Laissez Faire: pemimpin memiliki pikiran dimana organisasi akan berjalan dengan lancar karena anggota di dalam organisasi tersebut yang sudah mengetahui tujuan organisasi tersebut, apa yang harus dicapai dan dikerjakan sehingga pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
- Tipe Demokratis: memperlakukan manusai secara manusiawi, menjujung harkat martabat anggota. Pemimpin ini disegani bukan ditakuti
Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik
- Pengetahuan umum yang luas, memiliki sikap intuitif dan keingintahuan yang tinggi serta kemampuan analitik.
- Kemampuan tumbuh dan berkembang serta daya ingat yang kuat
- Memiliki pandangan holistik terhadap organisasi
- Keterampilan komunikasi yang efektif, dan keterampilan mendidik untuk meningkatkan kemampuan anggotanya
- Rasionalitas, objektivitas, dan pragmatisme
- Kemampuan menentukan prioritas, kemampuan membedakan hal yang urgent dan yang penting
- Naluri yang tepat, kemampuan memilih waktu yang tepat.
- Rasa kohesi yang tinggi; senasib sepenanggungan, dan rasa relevansi yang tinggi
- Menjadi panutan dan pendengar yang baik
- Adaptabilitas, fleksibilitas, ketegasan, keberanian, orientasi masa depan, dan sikap antisipatif dan proaktif
HUBUNGAN ANTARA SUMBER DAYA MANUSIA, ORGANISASI,
DAN KEPEMIMPINAN
Sumber daya manusia, organisasi, dan kepemimpinan memiliki keterkaitan satu sama lain.Faktor
sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang
krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan individu yang tepat menjadi
kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal
dalam implementasi karena faktor manusia sebagai tenaga kerja.
Sumber daya
manusia kini makin berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak oraganisai
menyadari bahwa unsur manusia dalam suatu organisai dapat memberikan keunggulan
bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan
organisasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur
yang paling vital bagi organisasi. Terdapat dua alasan dalam hal ini. Pertama,
SDM memengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi sumber daya manusia
merancang dan memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitas, memasarkan
produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta menentukan seluruh tujuan
dan strategi organisasi. Kedua, SDM merupakan pengeluaran utama organisai dalam
menjalankan bisnis. Mengenai
perkembangan Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi, Greer menyatakan bahwa
: Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka,
melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena
itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital.
Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat
penting dalam manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan
dalam roda organisasi, namun tetap saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya
penggerak dari sumber daya lainnya yang dimiliki oleh organisasi dalam bentuk
apapun.
Kemapanan suatu organisasi juga sangat bergantung pada ketersediaan dan
kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan.
Contoh Sumber daya manusia yaitu pegawai yang memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Karena hal ini akan
mendorong tercapainya tujuan organisasi dengan lebih cepat, efektif dan
efisien, sehingga dengan sendirinya organisasi akan selalu siap menghadapi dan
beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada, khususnya yang berhubungan dengan
usaha kearah pengembangan organisasi.
Kepemimpinan dan sumber daya manusia adalah fuel organisasai. Mengingat bahwa organisasi tersebut terdiri dari
individu-individu, maka pemimpin seharusnya dapat menyelaraskan antara
kebutuhan individu (SDM) dengan kebutuhan organisasi dan seorang pemimpin diharapkan
mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan bagi setiap
tenaga kerja agar tercapainya kepuasan kerja yang berimpilikasi dengan
pencapaian tujuan organisasi.
Di samping itu , para pemimpin dituntut untuk
mampu secara terampil membimbing organisasi menuju arah strategi baru. Dimana faktor
leadership atau kepemimpinan memiliki peran yang sangat signifikan dalam
menginisiasi suatu ide dan gagasan. Dalam proses, organisasi belajar dipupuk
dalam lingkungan keterbukaan dan saling percaya hingga memungkinkan orang untuk
merangkul perubahan dan berani mencoba tanpa merasa terancam (Zeffane, 1996).Stoner (1995 p.470) Stoner (1995p.470) menjelaskan
kepemimpinan sebagai berikut :
- Leadeship involves other people, pemimpin bekerja dengan melibatkan orang lain. Seorang pemimpin selalu terlibat dengan orang lain. Kesediaan untuk menerima dan menjalankan perintah dari pimpinan adalah peran anggota kelompok menetapkan status pemimpin dan memungkinkan suatu proses kepemimpinan; tanpa masyarakat untuk dipimpin, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan tidak relevan.
- Leadership involves an unequal distribution of power between leaders and group members. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok.
- The ability to use the different forms of power to influence follower’s behaviors in a number of ways. Kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang/anggota organisasi dengan beberapa cara.
- This fourth aspect combines the first three and acknowledges that leadership is about values. Aspek keempat dari definisi Stoner tentang kepemimpinan menggabungkan ketiga aspek pertama dan mengakui bahwa kepemimpinan adalah tentang nilai.
Jadi dari keterangan di atas, Sumber daya manusia dan kepemimpinan tidak
dapat dipisahkan dari organisasi. Dua komponen tersebut saling berkaitan untuk
mencapai sebuat tujuan organisasi yang diinginkan.
IMPLEMENTASI DI INDONESIA
Saya akan membahas tentang kepemimpinan Ibu Sri Mulyani Indrawati. Sri
Mulyani merupakan satu-satunya perempuan pertama
yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membawahi 70 lebih
negara. Sri Mulyani awalnya merupakan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani dikenal
sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga
Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
(LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, Sri Mulyani ditunjuk menjadi
Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat
Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko
Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun
2010, Sri Mulyani menjadi tokoh yang hangat diperbincangkan berkaitan
dengan kasus Bank
Century. Para pegawai yang bekerja
bersama Sri Mulyani menyatakan bahwa dia adalah orang yang tegas dan disiplin,
rasional tapi juga tulus. Sri Mulyani dengan tegas, berani mereformasi
seluruh struktur keoorganisasian yang menjadi inti unit kerja di kementerian
keuangan dan membuat banyak terobosan dalam kebijakan serta berani
mengambil risiko yang tinggi, misalnya keputusan menyelamatkan Bank Century.
Sri Mulyani menjalankan gaya kepemimpinan yang
transaksional dan transformasional pada saat yang bersamaan selama masa
kepemimpinannya. Kepemimpinan transaksionalnya terlihat pada saat dia
menekankan agar pegawainya bersikap terbuka, akuntabel dan melayani
publik dan dia juga memberikan peningkatan remunerasi sebagai imbalannya,
sedangkan untuk kepemimpinan transformasionalnya saat dia melakukan pembaharuan
dan reformasi birokrasi didepartemen-departemen yang dipimpinnya, dia
memberikan contoh tentang apa yang harus dilakukan, dia mendorong agar anak
buahnya menjadi lebih baik dan bertransformasi meninggalkan citra yang buruk,
dia menginspirasi orang banyak untuk mempertahankan inegritas dan etika yang
baik sebagai pejabat publik. Sri Mulyani juga telah membuktikan bahwa dia
mempunyai kualitas-kualitas dan ciri-ciri sebagai pemimpin yang efektif;
seperti berintegritas, beretika, mempunyai visi dan misi yang jelas, berani
membuat tindakan/keputusan, berani menempuh resiko, memberikan rewards dan
punishment, membawa dan melakukan perubahan, memenuhi target yang
diharapkan, dan bertanggung-jawab dan akuntabel atas keputusannya, serta masih
banyak lagi kualitas lainnya. Dari segi kompetensi inti atau skill, Sri Mulyani
memiliki intelektualitas dan pengalaman dibidang perekonomian dan dunia
internasional yang sangat baik bahkan diakui oleh pihak internasional serta
memiliki kemampuan konseptual yang baik.
Idris, Amiruddin.
(2016). Pengatar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Deepublish
s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../MINGGU_3.doc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar