Selasa, 11 Juli 2017

Teknik Terapi Flooding

Flooding & Implosive Therapy
Salah satu cara untuk menghilangkan respons kecemasan yang terkondisi secara klasik adalah melalui proses penghapusan (extinction). Penghapusan terjadi bila stimulus yang ditakuti (stimulus yang terkondisi) berulang-ulang diberikan dan tidak ada alasan untuk ditakuti (stimulus yang tidak terkondisi). Apabila menggunakan penghapusan sebagai strategi terapi, individu yang menderita fobia diekspos berulang-ulang pada stimulus yang ditakuti, karena pengeksposan kepada stimulus yang mula-mula ditakuti menyebabkan individu dilanda kecemasan, maka teknik terapi ini sering disebut flooding. Individu dipaksa berada dalam situasi yang mencemaskan dan merasakan keseluruhan rasa cemas atau takut, tidak diperkenankan menghindar atau melarikan diri dari keadaan tersebut.
Teknik selanjutnya disebut juga terapi implosi (implosion therapy), yaitu memasukan tekanan secara tiba-tiba, kecemasan yang meningkat secara mendadak bila individu diekspos kepada stimulus yang ditakuti.

Floding dan Implasion adalah terapi induksi kecemasan untuk memadamkan fobia. Salah satu terapi untuk penyembuhan fobia bisa melalui terapi flooding, yaitu dengan menempatkan si penderita dengan objek yang ditakutinya hingga si penderita tersebut tidak mengalami takut lagi terhadap objek tersebut. Ada beberapa bukti bahwa prosedur terapi flooding mungkin lebih efisien daripada perawatan secara tahap demi tahap untuk menangani fobia (Emmelkamp, 1975). Dalam percobaan menggunakan makhluk hidup (in vivo) seperti manusia, dengan menggunakan metode flooding sangat efektif sekali dalam penanganan kepada penderita agoraphobia, specific phobias, dan compulsive disorders (Boudewyns, 2012).
  • Flooding adalah teknik membanjiri klien dengan situasi atau penyebab kecemasan atau tingkah laku tidak dikendaki dan tidak membiarkan klien untuk melarikan diri, sampai klien sadar bahwa yang dicemaskan tidak terjadi.
  • Implasion adalah mewajibkan klien untuk membayangkan hal yang tidak nyata, berlebihan atau peristiwa berbahaya yang berkaitan dengan fobia.

Prinsip dasar : meloloskan diri dari pengalaman yang menimbulkan kecemasan akan memperkuat kecemasan melalui pembiasaan.

Teknik :
  • Mendorong pasien berhadapan langsung dengan situasi yang menakutkan, dibiarkan beberapa saat sampai ia menjadi tenang dan menguasai ketakutannya
  • Melalui pembayangan situasi menakutkan (teknik Implosi). Terapis memunculkan stimulus-stimulus penghasil kecemasan pada klien.
Kontra Indikasi : Kecemasan yang kuat akan membahayakan. Flooding harus dilakukan dengan hati-hati karena mungkin akan terjadi reaksi emosi sangat tinggi. 

DAFTAR PUSTAKA

Boudewyns, P.A. (2012). Eye movement Desensitization and Reprocessing for combat-related PTSD: an early look. Los Angeles, CA : American Psycological Association.
Emmelkamp, P.M.G., Kamphuis, J.H. (2007). Personality Disorder. London: Psychology Press/Taylor&Francis.
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: KANISIUS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar