Flooding & Implosive Therapy
Salah
satu cara untuk menghilangkan respons kecemasan yang terkondisi secara klasik
adalah melalui proses penghapusan (extinction).
Penghapusan terjadi bila stimulus yang ditakuti (stimulus yang terkondisi)
berulang-ulang diberikan dan tidak ada alasan untuk ditakuti (stimulus yang
tidak terkondisi). Apabila menggunakan penghapusan sebagai strategi terapi,
individu yang menderita fobia diekspos berulang-ulang pada stimulus yang
ditakuti, karena pengeksposan kepada stimulus yang mula-mula ditakuti
menyebabkan individu dilanda kecemasan, maka teknik terapi ini sering disebut flooding. Individu dipaksa berada dalam
situasi yang mencemaskan dan merasakan keseluruhan rasa cemas atau takut, tidak
diperkenankan menghindar atau melarikan diri dari keadaan tersebut.
Teknik selanjutnya disebut juga
terapi implosi (implosion therapy),
yaitu memasukan tekanan secara tiba-tiba, kecemasan yang meningkat secara
mendadak bila individu diekspos kepada stimulus yang ditakuti.
Floding dan Implasion adalah terapi induksi kecemasan untuk memadamkan fobia. Salah
satu terapi untuk penyembuhan fobia bisa melalui terapi flooding, yaitu dengan
menempatkan si penderita dengan objek yang ditakutinya hingga si penderita
tersebut tidak mengalami takut lagi terhadap objek tersebut. Ada beberapa bukti
bahwa prosedur terapi flooding mungkin lebih efisien daripada perawatan secara
tahap demi tahap untuk menangani fobia (Emmelkamp, 1975). Dalam percobaan
menggunakan makhluk hidup (in vivo) seperti manusia, dengan menggunakan metode flooding sangat efektif sekali dalam penanganan kepada penderita agoraphobia,
specific phobias, dan compulsive disorders (Boudewyns, 2012).
- Flooding adalah teknik membanjiri klien dengan situasi atau penyebab kecemasan atau tingkah laku tidak dikendaki dan tidak membiarkan klien untuk melarikan diri, sampai klien sadar bahwa yang dicemaskan tidak terjadi.
- Implasion adalah mewajibkan klien untuk membayangkan hal yang tidak nyata, berlebihan atau peristiwa berbahaya yang berkaitan dengan fobia.
Prinsip
dasar : meloloskan diri dari pengalaman yang menimbulkan kecemasan akan
memperkuat kecemasan melalui pembiasaan.
Teknik
:
- Mendorong pasien berhadapan langsung dengan situasi yang menakutkan, dibiarkan beberapa saat sampai ia menjadi tenang dan menguasai ketakutannya
- Melalui pembayangan situasi menakutkan (teknik Implosi). Terapis memunculkan stimulus-stimulus penghasil kecemasan pada klien.
Kontra Indikasi : Kecemasan yang kuat akan
membahayakan. Flooding harus dilakukan dengan hati-hati karena mungkin akan
terjadi reaksi emosi sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: KANISIUS.
DAFTAR PUSTAKA
Boudewyns,
P.A. (2012). Eye movement Desensitization and Reprocessing for combat-related
PTSD: an early look. Los Angeles, CA : American Psycological Association.
Emmelkamp, P.M.G.,
Kamphuis, J.H. (2007). Personality Disorder. London: Psychology
Press/Taylor&Francis.Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: KANISIUS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar