Sabtu, 09 April 2016

Kesehatan Mental Gordon Allport


Gordon allport
KONSEP KEPRIBADIAN, KEPRIABADIAN SEHAT DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
KONSEP KEPRIBADIAN
Allport adalah orang yang lebih optimis daripada Freud mengenai kodrat manusia yang berkaitan dengan pengalaman pada masa kanak-kanak. Berdasarkan pengalaman pribadinya, menurut Allport manusia itu merupakan bentuk yang positif dan penuh harapan, sehingga dari pernyataan tersebut telah menggambarkan definisi dari pribadi yang sehat. Mengenai pengertian kepribadian, kepribadian menurut pandangan Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Allport tidak percaya mengenai orang-orang yang matang dan sehat tersebut dikontrol atau dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar dan kekuatan yang tidak dapat dipengaruhi. Sedangkan kekuatan yang tidak sadar itu merupakan pengaruh yang besar bagi orang-orang neurotis. Perbedaannya dengan individu yang sehat yaitu berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang memimbing dan mengontrol kekuatan tersebut. Seseorang dengan kepribadian yang matang tidak dipengaruhi oleh trauma atau konflik pada masa kanak-kanak sedanngkan neurotis terikat dengan hal tersebut. Individu yang sehat selalu berkembang ke arah masa sekarang oleh intensi dan antisipasi masa depan, pandangan terhadap peristiwa kontemporer yang tidak mundur ke peristiwa masa lampau. 
Dalam pandangan Allport, orang yang neurotis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman kanak-kanak, sedangkan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi. Hal ini mendorong Allport lebih berorientasi pada kesehatan yang membahas mengenai orang dewasa matang daripada orang yang neoritis. 

KEPRIBADIAN SEHAT
Allport adalah salah satu tokoh dari aliran Humanistik. Menurut Humanistsik sendiri, kepribadian yang sehat adalah kemampuan individu dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya sendiri. Ciri dari kepribadian yang sehat yaitu tidak selalu menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengaktualisasikan diri dan motif-motif pada saat dewasa sekarang bukan merupakan bentuk perkembangan dari motif-motif pada saat kecil. Allport menulis bahwa, ”Memiliki tujaun-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak, dan dalam banyak hal kepribadian yang sehat dari kepribadian yang sakit”. 
Kepribadian yang sehat adalah kepribadian yang perjuangannya ke arah masa depan dan visi itu mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah. Manusia yang sehat selalu membutuhkan sensai atau tantangan-tantangan baru untuk di jadikan pengalaman sehingga manusia bisa tumbuh. Ada segi lain dari konsepsi allport tentang kepribadian sehat yang mungkin kelihatannya paradoks: tujuan-tujuan yang dicita-citakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai. Allport mengemukakan bahwa meskipun subtujuan yang dekat dapat dicapai, namun tujuan terakhir tidak dapat dicapai. Teori Allport tentang dorongan dari kepribadian yang sehat memasukkan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat-tingkat yang sedang atau yang hanya memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka. Diri yang sehat mengalami perkembangan, perkembangan proprium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat. Proprium dapat didefinisikan dengan sifat “propriate” seperti dalam kata “appropriate”, yaitu menunjukan sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Proprium (self) terdiri dari hal-hal atau proses-proses yang penting dan bersifat pribadi bagi seorang individu, segi-segi yang menentukan seseorang sebagai yang unik. Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkatan “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut telah dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri” ini. Munculnya proprium ini merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat. 
  • “Diri”Jasmaniah pada usia 15 bulan muncul tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah yaitu kesadaran akan “saya jasmaniah” misalnya bayi membedakan antara jari-jarinya dan sebuah benda yang dipegang dalam jari-jarinya.
  • Identitas diri, adanya perasaan identitas diri. Anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin adalah bayangan yang sama seperti yang dilihatnya kemarin, dan percaya bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah-ubah. 
  • Harga diri. Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri.
  • Perluasan diri (self extension). Sekitar usia 4 tahun. Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Anak berbicara tentang “kepunyaanku”.
  • Gambaran diri. Bagaimana anak melihat dirinya dan pendapat tentang dirinya. Berkembang dari interaksi-interaksi antara orangtua dan anak. Lewat pujian dan hukuman anak belajar bahwa orangtuanya mengharapkan supaya menampilkan tingkah laku-tingkah laku tertentu dan manjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Dengan mempelajari harapan-harapan orangtua, anak mengembangkan dasar untuk suatu perasaan tanggung jawab moral serta untuk perumusan tentang tujuan-tujuan dan intensi-intensi.
  • Diri sebagai pelaku rasional. Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari guru-guru dan teman-teman sekolah serta hal yang lebih penting ialah diberikannya aktivitas-aktivitas dan tantangan-tantangan intelektual. 
  • Perjuangan proprium (propriate striving). Masa adolesensi, perjuangan proprium (propriate striving),. Allport percaya bahwa masa adolesensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan. Orang sibuk dalam mencari identitas diri yang baru mengenai tujuan hidup. Pentingnya pencarian ini yakni untuk pertama kalinya orang memperhatikan masa depan, tujuan-tujuan dan impian-impian jangka panjang.
PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Golden Allport (dalam Notosoedirdjo & Latipun, 2005) menyebut mental yang sehat dengan maturity personality. Dikatakan bahwa untuk mencapai kondisi yang matang itu melalui proses hidup yang disebutnya dengan proses becoming. Orang yang matang jika:
  • Perluasan perasaan diri : memperluas jangkauan ke banyak orang dan benda. Mula-mula diri berpusat hanya pada individu kemudian bertambah luas meliputi nilai-nilai dan citi-cita yang abstrak. Menurut Allport adanya pastisipasi otentik dalam beberapa suasana yang penting serta meluaskan diri dalam aktivitas.
  • Hubungan diri yang hangat dengan orang-orang Lain : Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orangtua, anak, partner, teman akrab. Sehingga menghasilkan suatu perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Perasaan terharu adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Hasil dari kapasitas perasaan terharu yaitu kepribadian yang matang, sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya.
  • Keamanan emosional : kepribadian-kepribadian yang sehat mengontrol emosi, sehingga emosi-emosi ini tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antarpribadi, emosi-emosi diarahkan kembali ke dalam saluran-saluran yang lebih konstruktif. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa “sabar terhadap kekecewaan”. 
  • Persepsi realistis : orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif dan menerima realitas sebagaimana adanya.
  • Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas : keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu, suatu tingkat kemampuan. Kita harus menggunakan keterampilan-keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan kita.
  • Pemahaman diri : orang yang memilii suatu tingkat pemahaman diri (self objectification) yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Allport juga mengemukakan bahwa orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.
  • Filsafah hidup yang mempersatukan : Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Memiliki nilai-nilai yang kuat, jelas memisahkan orang yag sehat dari orang yang neurotis. 

DAFTAR PUSTAKA:
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: KANISUS





Tidak ada komentar:

Posting Komentar