Minggu, 20 Maret 2016

Kesehatan Mental


KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental adalah kondisi dimana jiwa atau batin seseorang berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga berhasil menjalani dan menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari serta mampu membentuk hubungan yang positif dengan orang lain. Individu yang sehat secara mental mampu mengaktualisasikan dirinya di lingkungan sekitar.
Kesehatan Mental Menurut Behavioristik
Teori behavioristik menyatakan bahwa perilaku manusia terjadi karena hasil dari proses belajar seumur hidup. Behaviorisme merupakan orientasi teoritis yang didasarkan pada premis. Teori behaviorisme dicetuskan oleh John B.Watson, dimana teori ini terbagi menjadi:
~Teori Kepribadian Klasikal
Di cetus oleh Juan Petrovich Pavlov (1849-1936) yaitu membahas perilaku yang dipengaruhi oleh respons yang tidak terkondisi UCR dan stimulus yang tidak terkondisi UCS. Dalam eksperimennya Pavlov menggunakan anjing sebagai binatang percobaan, di mana memberikan stimulus yang tak terkondisi secara bersamaan dengan stimulus alami sehingga menjadi stimulus terkondisi yang menimbulkan repsons terkondisi pada anjing (air liur).
~Teori Kepribadian Operant
Di cetus oleh Burrhus Frederick Skinner (1994-1990). Terdapat stimulus dan respons tak terkondisikan serta stimulus dan respon yang terkondisi. Bedanya pada Skinner tikus aktif mengubah situasi dengan melakukan tingkah laku operant untuk mendapatkan reward.
Teori belajar behavioristik adalah teori yang di pelopori oleh Gage dan Berliner mengenai perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang berperilaku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioristik, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, dan berkreativitas. Behavioristik menganggap perilaku yang mencerminkan mental yang sehat yaitu ketika individu tersebut mampu mengaplikasikan pengalamannya dengan baik dalam menghadapi masalah dan juga mampu menghadapi penyebab-penyebab gangguan mental di dalam kehidupan.
Kepribadian Sehat Menurut Behavioristik :
  • Manusia adalah makhluk perespon; lingkungan mengontrol perilaku. 
  • Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri
  • Mementingkan faktor lingkungan
  • Menekankan pada faktor bagian
  • Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
  • Sifatnya mekanis mementingkan masa lalu
Prinsip Dasar Behaviorisme :
  • Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak.
  • Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari. 
  • Pelopor utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
  • Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi. 
  • Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi. 
  • Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan.
Kesehatan Mental Menurut Humanistik
Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia, yaitu berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Menurut Abraham Maslow psikologi harus mempelajari ke dalam sifat manusia, mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak nampak; mempelajari ketidaksadaran sekaligus kesadaran dan semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan-diri. Berikut 5 kebutuhan dasar dari yang rendah ke tingkat yang tinggi menurut Maslow :
Dalam pandangan Maslow,seseorang yang memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh. Pencapaian aktualisasi diri dapat tercapai apabila empat kebutuhan yang berada dibawah terpenuhi. Sementara itu, motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan dirinya dinamai D motivation atau deficiency. Di bawah ini ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi :
  • Metanees : Sikap percaya, bijak dan baik, indah (estetis), kesatuan (menyeluruh), energik dan optimis, pasti, lengkap, adil dan altruis, berani, sederhana (simple).
  • Metapologis : Tidak percaya, sinis dan skeptic, benci dan memuakkan, vulgar dan mati rasa, disintegrasi, kehilangan semangat hidup, pasif dan pesimis, kacau dan tidak dapat diprediksi, tidak lengkap dan tidak tuntas, suka marah-marah, tidak adil dan egois, rasa tidak aman dan memerlukan bantuan, sangat komplek dan membingungkan.
Berikut ciri-ciri individu yang memiliki kepribadian yang sehat menurut Maslow:
1. Mengamati Realitas Secara Efisien

Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia sekitarnya secara objektif, teliti terhadap orang lain, mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran. Semakin objektif kita mampu menggambarkan kenyataan, maka semakin baik kemampuan kita untuk berpikir secara logis, untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada umumnya untuk menjadi efisien secara intelektual.
2. Penerimaan Umum atas Kodrat, Orang-orang Lain dan Diri Sendiri

Yaitu orang yang menerima diri mereka, kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atau kesusahan. Meskipun individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap hal-hal tersebut.Karena orang-orang sehat ini begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus mengubah atau memalsukan diri mereka.
3. Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
Pengaktualisasi diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura, bertingkat laku secara kodrati,
4. Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat bahwa pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan, tidak semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Mereka tidak melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang, popularitas atau kekuasaan, tetapi karena pekerjaan itu memuaskan metakebutuhan. Menantang dan mengembangkan kemampuan-kemempuan mereka, menyebabkan mereka tumbuh sampai pada tingkat potensi mereka yang paling tinggi, dan membantu merumuskan pengertian mereka tentang diri mereka siapa dan apa.
5. Kebutuhan akan Privasi dan Independensi
Memiliki suatu kebutuhan untuk memisahkan diri dan kesunyian, bukan berarti menjauhkan diri dari kontak dengan manusia, mereka hanya tidak membutuhkan orang lain. Adanya perasaan egosentris yang terarah pada diri sendiri, kemampuan untuk membentuk pikiran, mencapai keputusan,dorongan dan disiplin diri sendiri.
6. Berfungsi secara Otonom
Pengaktualisasian diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan sosial dan fisik. Kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis atau kerugian. Kemalangan yang dapat mengahancurkan orang yang sehat mungkin hampir tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu ketenangan dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehat sebagai malapetaka.
7. Apresiasi yang Senantiasa Segar
Menghargai pengalaman-pemgalaman dengan suatu perasaan kenikmatan, perasaan terpesona dan kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan akan mendorongan untuk bekerja.
8. Pengalaman-pengalaman Mistik atau “Puncak”
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama seperti pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam. Maslow menunjukan bahwa tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat juga ada pengalaman- pengalaman yang ringan. Akan tetapi individu yang lebih sehat memiliki pengalaman-pengalaman 
puncak lebih sering dari pada orang- orang biasa, dan mungkin sering kali terjadi setiap hari.
9. Minat Sosial
Memilik perasaan empati dan afeksi yang kuat dan juga suatu keinginan untuk membantu.
10. Hubungan Antarpribadi
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang lain, memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan indentifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu lain. Cinta mereka bukan cinta yang egoistic, dimana memberi cinta sekurang-kurangnya sama pentingnya dengan menerima cinta dimana perhatian seseorang terhadap pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah sebanyak perhatian terhadap pertumbuhan diri sendiri.
11. Struktur Watak dan Demokratis
Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatikan kelas social, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit. Mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari dari siapa saja yang dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
12. Perbedaan antara Sarana dan Tujuan, antara Baik dan Buruk
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah.
13. Perasaan Humor yang Tidak Menimbulkan Permusuhan
Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri bersifat filosofis, humor yang menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan kepada seseorang yang khusus. Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang dipakai langsung kepada hal yang dituju dan juga menyimpulkan tertawa.
14. Kreativitas
Pengaktualisasi-pengaktualisaasi diri mereka adalah asli, inventif, dan inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Maka kreatifitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu karya seni.
15. Resistensi terhadap Inkulturasi
Pengaktualisasi-pengaktualisasi diri dapat berdiri sendiri atau pun otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh- pengaruh sosial, untuk berpikir atau bertindak menurut cara-cara tertentu. Akan tetapi mereka tidak terus terang menentang kebudayaan.



Daftar Pustaka :
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Depok: PT.Kanisius.
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
http://ferderikam12.blogspot.co.id/2015/03/konsep-sehat-teori-kepribadian-sehat.html







Tidak ada komentar:

Posting Komentar