Minggu, 02 Oktober 2016

Psikologi Manajemen

SDM, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN BESERTA IMPLEMENTASI YANG ADA DI INDONESIA 

SUMBER DAYA MANUSIA
Hallo anak muda, udah siap belum untuk jadi Sumber daya manusia ???? yang pasti nya harus memiliki potensi yang bisa digunakan yaaaa, so jangan lupa selalu memperdalam ilmu pengetahuan kalian !!!
Nah, sebelum itu kalian pada tahu ga sih Sumber daya manusia itu apa ???

Yok baca dulu, budayakan membaca selagi masih muda J

Sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM merupakan potensi yang ada dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Hasibuan (2002,p12) membagi komponen SDM menjadi: pengusaha, karyawan (karyawan operasional, karyawan manejerial), dan pemimpin. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.

Dalam sudut pandang lain, pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  • makro yaitu semua manusia, penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasui usia angkatan kerja baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan.
  • mikro yaitu manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut karyawan, pekerja, atau tenaga kerja.
·        Ada dua dimensi di dalam Sumber daya manusia :


  • Dimensi kualitatif; mencakup potensi yang ada pada manusia, antara lain ide, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif.
  • Dimensi kuantitatif; terdiri atas prestasi dunia kerja yang memasuki dunia kerja dalam jumlah waktu belajar. 

TEORI- TEORI SUMBER DAYA MANUSIA


  • TEORI KLASIK ADAM SMITH : manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran suatu negara.
  • TEORI JEAN BAPTISTE SAY : peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan/ keterampilan, disiplin, etos kerja yang produktif, sikap kreatif dan inovatif, serta membina lingkungan yang sehat untuk memacu prestasi.
  • TEORI MALTHUS : jumlah penduduk yang tinggi pasti mengurangi nilai produksi perkepala, sehingga untuk mengatasi masalah ini hanya dapat dilakukan dengan mengandalikan pertumbuhan penduduk.
  • TEORI JOHN MAYNARD KEYNES : penggunan tenaga kerja penuh ( fully employed) tidak akan dicapin karena tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai pandangan teori klasik yang menuju keseimbangan.
  • TEORI HARROD DOMAR : disebut sebagai teori pertumbuhan, dimana peran modal fisik dalam model pertumbuhan sangat besar.
  • TEORI ROBERT MERTON SELOW : pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagi sumber daya yang positif.
Jadi pengelolaan sumber daya manusia sendiri akan menjadi bagian yang sangat penting apabila di kelola dengan baik, dan sebaliknya jika sumber daya manusia tidak di kelola dengan baik maka efektivitas apapun tidak akan pernah tercapai.

ORGANISASI
Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Menurut ERNEST DALE: Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Didalam sebuah organisasi terdapat sebuah teori, teori organisasi tersebut berfungsi menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama organisasi dan memberikan tuntunan dalam pengambilan keputusan berdasarkan prediksi akibat pengambilan keputusan tersebut. Menurut Lubis dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu. Hakekat kelompok dalam individu untuk mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori yang dapat menerangkan tingkah laku, terutama motivasi, individu dalam proses kerjasama.
Dibawah ini merupakan bagan tentang perkembangan teori organisasi:

Teori Organisasi Klasik
Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal yaitu sistem kegiatan yang terkoordinasi, kelompok orang, kerjasama, kekuasaan & kepemimpinan. Teori ini berkembang dalam 3 aliran yaitu
  • BIROKRASI : Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL ; “legal” disebabkan ada wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
  • ADMINISTRASI : adanya kaidah; Pembagian kerja, Wewenang & tanggung jawab, Disiplin, Kesatuan perintah, Kesatuan pengarahan, Mendahulukan kepentingan umum, Balas jasa, Sentralisasi, Rantai Skalar, Aturan, Keadilan, Kelanggengan personalia, Inisiatif, dan Semangat korps
  • MANAJEMEN ILMIAH : Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi  atau seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja
Teori Neoklasik : Teori ini menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja.
Teori Organisasi Modern : melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan.
CIRI-CIRI ORGANISASI:
  • Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  • Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  • Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  • Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.
KEPEMIMPINAN
Yang mau jadi calon pemimpin, ayok dibaca duluuuu heheee !!!
Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara fungsional.Kepemimpinan disebut juga figur sentral yang mempersatukan kelompok. Brown (1936) berpendapat bahwa pimpinan tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
  • Teori Genetie : “leaders are born and not made”, penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
  • Teori Sosial : Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :“Leaders are made and not born”.
  • Teori Ekologis : Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
TIPE KEPEMIMPINAN
  • Tipe Otokratik: memiliki karakteristik negatif, egois dan otoriter. Cenderung memandang karywan seperti mesin sehingga tidak menghargai martabat manusia. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan tugas tanpa mengkaitkan dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Pengabaian peranan bawahan dalam pengambilan keputusan.
  • Tipe Paternalistik: tipe ini banyak terdapat di dalam masyarakat; tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru yang dapat dijadikan panutan dan tauladan.
  • Tipe Kharismatik: daya tarik yang ada pada diri seseorang sehingga mampu meraih banyak pengikut.
  • Tipe Laissez Faire: pemimpin memiliki pikiran dimana organisasi akan berjalan dengan lancar karena anggota di dalam organisasi tersebut yang sudah mengetahui tujuan organisasi tersebut, apa yang harus dicapai dan dikerjakan sehingga pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
  • Tipe Demokratis: memperlakukan manusai secara manusiawi, menjujung harkat martabat anggota. Pemimpin ini disegani bukan ditakuti
Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik
  • Pengetahuan umum yang luas, memiliki sikap intuitif dan keingintahuan yang tinggi serta kemampuan analitik.
  • Kemampuan tumbuh dan berkembang serta daya ingat yang kuat
  • Memiliki pandangan holistik terhadap organisasi
  • Keterampilan komunikasi yang efektif, dan keterampilan mendidik untuk meningkatkan kemampuan anggotanya
  • Rasionalitas, objektivitas, dan pragmatisme
  • Kemampuan menentukan prioritas, kemampuan membedakan hal yang urgent dan yang penting
  • Naluri yang tepat, kemampuan memilih waktu yang tepat.
  • Rasa kohesi yang tinggi; senasib sepenanggungan, dan rasa relevansi yang tinggi
  • Menjadi panutan dan pendengar yang baik
  • Adaptabilitas, fleksibilitas, ketegasan, keberanian, orientasi masa depan, dan sikap antisipatif dan proaktif
HUBUNGAN ANTARA SUMBER DAYA MANUSIA, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN

Faktor sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan individu yang tepat menjadi kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal dalam implementasi karena faktor manusia sebagai tenaga kerja.
Sumber daya manusia kini makin berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak oraganisai menyadari bahwa unsur manusai dalam suatu organisai dapat memberikan keunggulan bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi. Terdapat dua alasan dalam hal ini. Pertama, SDM memengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi sumber daya manusia merancang dan memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitas, memasarkan produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta menentukan seluruh tujuan dan strategi organisasi. Kedua, SDM merupakan pengeluaran utama organisai dalam menjalankan bisnis. Mengenai perkembangan Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi, Greer menyatakan bahwa : Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital.

Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat penting dalam manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan dalam roda organisasi, namun tetap saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya penggerak dari sumber daya lainnya yang dimiliki oleh organisasi dalam bentuk apapun.

Kemapanan suatu organisasi juga sangat bergantung pada ketersediaan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Contoh Sumber daya manusia yaitu pegawai yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Karena hal ini akan mendorong tercapainya tujuan organisasi dengan lebih cepat, efektif dan efisien, sehingga dengan sendirinya organisasi akan selalu siap menghadapi dan beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada, khususnya yang berhubungan dengan usaha kearah pengembangan organisasi.
Kepemimpinan dan sumber daya manusia adalah fuel organisasai. Mengingat bahwa organisasi tersebut terdiri dari individu-individu, maka pemimpin seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan individu (SDM) dengan kebutuhan organisasi dan seorang pemimpin diharapkan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan bagi setiap tenaga kerja agar tercapainya kepuasan kerja yang berimpilikasi dengan pencapaian tujuan organisasi.
Di samping itu , para pemimpin dituntut untuk mampu secara terampil membimbing organisasi menuju arah strategi baru. Dimana faktor leadership atau kepemimpinan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menginisiasi suatu ide dan gagasan. Dalam proses, organisasi belajar dipupuk dalam lingkungan keterbukaan dan saling percaya hingga memungkinkan orang untuk merangkul perubahan dan berani mencoba tanpa merasa terancam (Zeffane, 1996).Stoner (1995 p.470) Stoner (1995p.470) menjelaskan kepemimpinan sebagai berikut :
  • Leadeship involves other people, pemimpin bekerja dengan melibatkan orang lain. Seorang pemimpin selalu terlibat dengan orang lain. Kesediaan untuk menerima dan menjalankan perintah dari pimpinan adalah peran anggota kelompok menetapkan status pemimpin dan memungkinkan suatu proses kepemimpinan; tanpa masyarakat untuk dipimpin, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan tidak relevan.
  • Leadership involves an unequal distribution of power between leaders and group members. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok.
  • The ability to use the different forms of power to influence follower’s behaviors in a number of ways. Kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang/anggota organisasi dengan beberapa cara.
  • This fourth aspect combines the first three and acknowledges that leadership is about values. Aspek keempat dari definisi Stoner tentang kepemimpinan menggabungkan ketiga aspek pertama dan mengakui bahwa kepemimpinan adalah tentang nilai.










 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar