Minggu, 10 April 2016

Kesehatan Mental Carl Rogers


CARL ROGERS
KONSEP KEPRIBADIAN, KEPRIABADIAN SEHAT DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
KONSEP KEPRIBADIAN
Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud dan berbeda dengan Allport yang fokus kepada orang dewasa yang matang, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap manusia pada dasarnya baik atau sehat dan memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah. Struktur kepribadian manusia itu sendiri, dimana Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. Terdapat tiga komponen struktur kepribadian menurut Rogers, yaitu : organisme, medan fenomena, dan self.
Mengenai manusia, Rogers berpendapat bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subjektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami (Alwisol, 2005 : 333). Yang di katakan rasional yaitu dimana orang-orang yang bertanggung jawab terhadap kepribadian mereka sendiri dan mampu memperbaikinya. Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar, tidak di kontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak tetapi pengalaman masa lampau tersebut dapat mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis seseorang.
Individu dibimbing oleh persepsi sadar nya tentang diri mereka sendiri dan dunia sekitar. Pengalaman sadar tersebut memberikan kerangka intelektual dan emosional dimana kepribadian teruh-menerus tumbuh. Sehingga adanya Konsep diri (self concept) yang merupakan bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan “aku” dan membedakan “aku” dari yang bukan aku.
Konsep diri terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi yaitu:
  • Incongruence Incongruence : ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.
  • Congruence : situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Dalam pemeriksaannya dengan klien-klien, Rogers mengatakan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien dan pengalaman-pengalaman subjektifnye sendiri. Apa yang nyata bagi setiap klien adalah persepsinya yang unik tentang realitas. Realitas ini tergantung pada pengalaman-pengalaman perseptual setiap orang, maka realitas itu akan berbeda untuk setiap orang. Meskipun demikian tenaga pendorong yang paling umum dan utama nya yaitu kecenderungan atau usaha untuk aktualisasi diri.


KEPRIBADIAN SEHAT
Berdasarkan dinamika kepribadian Menurut Rogers, organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi, makin luas, makin otonom, dan makin tersosialisasikan. Adanya suatu dorongan kebutuhan fudamental dalam sistem kepribadian yaitu memelihara, mengaktualisasikan, dan meningkatkan semua segi individu. Kecenderungan ini sudah ada sejak lahir dan meliputi komponen-komponen pertumbuhan fisiologis dan psikologis. Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku, yaitu:
  • Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis, termasuk kebutuhan dasar (makanan, minuman, dan udara), kebutuhan mengembangkan dan merinci fungsi tubuh serta generasi.
  • Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri.
  • Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan, yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. 

Aktualisasi memudahkan dan meningkatkan pematangan dan pertumbuhan. Kecenderungan untuk aktualisasi adalah suatu tenaga pendorong yang sangat kuat untuk individu yang mengalamanin kesakitan pada saat berjuang.

Perbedaan manusia yang sehat dan manusia yang tidak sehat yaitu terlihat pada aktualisasi yang beralih dari fisiologi ke psikologis mulai pada masa kanak-kanak sampai dewasa. Dalam individu yang sehat dan yang mengaktualisasikan diri muncul lah suatu pola yang berkaitan. Situasi itu berbeda untuk seorang individu yang mendapat gangguan emosional. Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.



PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
    Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah menjadi individu yang sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima seseorang pada waktu kecil. Pada anak, dimana anak belajar membutuhkan cinta yang disebut dengan “penghargaan positif”  positive regard. Positive regard, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki semua manusia; setiap anak terdorong untuk mencari positive regard. Akan tetapi tidak setiap anak akan menemukan kepuasan yang cukup akan kebutuhan ini. Anak puas kalau dia menerima kasih sayang, cinta, dan persetujuan dari orang-orang lain, tetapi dia kecewa kalau dia menerima celaan dan kurang mendapat cinta dan kasih sayang. Apakah anak itu kemudian akan tumbuh menjadi suatu kepribadian yang sehat tergantung pada sejauh manakah kebutuhan akan positive regard ini dipuaskan dengan baik. Self-concept yang terbentuk pada anak itu sangat dipengaruhi oleh ibunya dalam memberikan positive regard.


Kebutuhan akan positive regard terbagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).



  • Jika individu menerima cinta tanpa syarat, maka ia akan mengembangkan penghargaan positif bagi dirinya  (unconditional positive regard) dimana anak akan dapat mengembangkan potensinya untuk dapat berfungsi sepenuhnya. Anak yang tumbuh dengan perasaan ini tidak akan mengembangkan syarat-syarat penghargaan. Mereka merasa diri berharga dalam semua syarat. Dan jika syarat-syarata tidak ada maka tidak ada kebutuhan untuk bertingkah lagu defensif. Tidak akan ada ketidakharmonisan antara diri dan persepsi terhadap kenyataan serta tidak akan ada pengalaman yang mengancam
  • Jika tidak terpenuhi, maka anak akan mengembangkan penghargaan positif bersyarat(conditional positive regard). Dimana ia akan mencela diri, menghindari tingkah laku yang dicela, merasa bersalah dan tidak berharga. Anak merasa suatu perasaan dimana harga diri nya dalam syara-syarat tertentu. Mereka tidak dapat mengaktualisasikan semua segi dari dirinya.


Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.


Lima hal yang harus dimiliki seseorang agar dapat berfungsi sepenuhnya :


Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel, termasuk perasaannya sendiri sehingga selalu timbul persepsi baru. Kalau individu bisa terbuka terhadap perasaannya sendiri maka tidak sulit juga untuk membuka diri untuk aktualisasi. Tentu bagian tersulit di sini adalah membedakan perasaan yang sebenarnya dari kecemasan-kecemasan yang disebabkan oleh syarat-syarat kepatuhan.
Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. Menurut Rogers, kualitas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat esensial dari kepribadian yang sehat.
Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Melihat kepada pengalaman Rogers sendiri. Dia menulis “apabila suatu aktivitas terasa seakan-akan berharga atau perlu dilakukan, maka aktivitas itu perlu dilakukan. Dengan kata lain saya telah belajar bahwa seluruh perasaan organismik saya terhadap suatu situasi lebih dapat dipercaya daripada pikiran saya?”.
Dengan kata lain, bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar, merupakan pedoman yang sangat dapat diandalkan dalam memutuskan suatu tindakan, lebih dapat diandalkan daripada faktor-faktor rasional atau intelektual. 
Karena seluruh kepribadian mengambil bagian dalam proses membuat keputusan, maka orang-orang yang sehat percaya akan keputusan mereka, seperti mereka percaya akan diri mereka sendiri.
Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan, dan juga memiliki perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan, atau peristiwa-peristiwa masa lampau, karena merasa bebas dan berkuasa maka orang yang sehat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukannya.
Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Orang yang kreatif kerpakali benar-benar menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari situasi khusus apabila konformitas yang demikian itu akan membantu memuaskan kebutuhan merka dan memungkinkan mereka mengmbangkan diri mereka sampai ke tingkat paling penuh. Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme merekasendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri-ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam disekitarnya.

Daftar pustaka :
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: KANISUS
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar