Kamis, 20 Oktober 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN

DEFENISI KOMUNIKASI, DIMENSI KOMUNIKASI, & PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI

DEFENISI KOMUNIKASI
Kata “komunikasi” mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita dengar karena dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial komunikasi merupakan suatu hal yang tidak mungkin di lepas dari kehidupan sosial. Banyak hal yang terlintas pada saat kita mendengar atau membahas kata komunikasi tersebut, kita bisa saja mengartikan komunikasi itu sebagai bentuk percakapan, interaksi sesama orang di sebuah lingkungan. Banyak sekali arti yang bisa menjelaskan mengenai komunikasi tersebut, tertapi disini saya akan memperkuat dengan tokoh yang mendefenisikan komunikasi. 
Menurut (Edwin Emery), komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide, dan sikap seseorang kepada orang lain. Menurut Wilbur Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Jadi dapat dikatakan pada saat kita berkomunikasi maka kita akan berusahan menumbuhkan rasa kebersamaan agar saling berbagi informasi.

DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI
1. Isi
Dimensi isi adalah dimensi yang identik dengan verbal. Isi dimensi ini memuat apa yang dibicarakan atau pesan individu dalam berkomunikasi antara satu individu dengan individu lain maupun kelompok. Misalnya, adanya komunikasai atau pembicaraan antara psikolog dengan pasiennya mengenai suatu masalah, pembicaraan tersebut mempunyai suatu isi. Contohnya, mereka sedang membahas (isi) permasalahan kekerasan seksual yang pasien alami. Perlu diketahui juga bahwa kita dapat membedakan kategori dari jenis isi tersebut, misalnya isi tersebut merupakan fakta atau merupakan sebuah perasaan.
2. Kebisingan
Kebisingan adalah bunyi-bunyi yang tidak dikehendaki seperti tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam melakukan komunikasi. Efek kebisingan terhadap kesehatan dapat meningkatkan sensitivitas tubuh berupa peningkatan sistem kardiovaskuler seperti kenaikan tekanan darah dan denyut jantung. Apabila hal ini terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan reaksi psikologis berupa menurunnya konsentrasi dan kelelahan. Kebisingan merupakan suatu penghambat jalannya komunikasi yang baik. Contohnya pada saat seorang dosen mengajar didepan kelas terdengar suara tertawa di luar kelas, suara tersebut akan menyebabkan kebisingan di antara komunikasi yang terjadi antara dosen dan mahasiswa yang ada dikelas. Ada juga yang mengatakan bahwa kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya seorang mahasiswa sedang memikirkan hal-hal lain, sehingga sesekali sukar bagi individu tersebut untuk mendengarkan dosen. 
Jenis-jenis Kebisingan:
Secara umum jenis kebisingan di kelompokkan berdasarkan kontinuitas, intensitas dan spectrum frekuensi suara antara lain:
  • Study state – narrow band noise : Kebisingan yang terus menerus dengan spectrum yang sempit seperti suara mesin, kipas angin.
  • Non study state – narrow bund noise : Kebisingan yang tidak terus menerus dengan sprektrum suara yang sempit seperti mesin gergaji, katup uap.
  • Kebisingan intermiten : Kebisingan yang terjadi sewaktu-waktu dan terputus seperti suara pesawat terbang, kereta api.
  • Kebisingan impulsive : kebisingan impulsive yang berintensitas tinggi seperti ledakan bom dapat menyebebkan kerusakan pada alat pendengar. Kerusakan dapat terjadi pada gendang telinga atau tulang-tulang halus di telinga tengah.
  • pengirim atau penerima; jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan. Orang yang terampil membaca pesan nonverbal orang lain disebut intuitif sedangkan yang terampil mengirimkannya disebut ekspresif.

3. Jaringan
Secara sederhana, definisi jaringan komunikasi adalah ”siapa berbicara dengan siapa atau kepada siapa” (Beebe dan Masterson, 1994). Selanjutnya De Vito (1997), mendefinisikan jaringan komunikasi sebagai suatu saluran atau jalan tertentu yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Dimensi jaringan ini menjelaskan sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistem komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.
4. Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
  • Komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
  • Komunikasi dua arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.
PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI
Sebelum kita membahas mengenai peran psikologi manajemen dalam organisasi, kita harus tahu dulu mengani psikologi manajemen itu sendiri apa. Psikologi manajemen adalah ilmu atau bidang yang membahas tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Bagaimana sih manajemennya di dalam organisasi???
Yaitu ada empat hal atau fungsi utama nya; melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Sekarang mari kita bahas, apasih peran psikologi manajemen dalam organisasi ???
Ternyata ini sangat berkaitan dengan proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi itu sendiri melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atau pengawasan orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi ini, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan atau organisasi. Dasarnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan lainnya dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan atau organisasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Suprapto,Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta:MedPress.
Sendjaja, S Djuarsa.1994, Teori Komunikasi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Vardiansyah, Dani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/.../Psikologi+Manajemen+Rini.ppt
















Minggu, 02 Oktober 2016

Psikologi Manajemen

SDM, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN BESERTA IMPLEMENTASI YANG ADA DI INDONESIA 

SUMBER DAYA MANUSIA
Hallo anak muda, udah siap belum untuk jadi Sumber daya manusia ???? yang pasti nya harus memiliki potensi yang bisa digunakan yaaaa, so jangan lupa selalu memperdalam ilmu pengetahuan kalian !!!
Nah, sebelum itu kalian pada tahu ga sih Sumber daya manusia itu apa ???

Yok baca dulu, budayakan membaca selagi masih muda J

Sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM merupakan potensi yang ada dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Hasibuan (2002,p12) membagi komponen SDM menjadi: pengusaha, karyawan (karyawan operasional, karyawan manejerial), dan pemimpin 
Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.

Dalam sudut pandang lain, pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua yaitu :



  • makro yaitu semua manusia, penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasui usia angkatan kerja baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan.
  • mikro yaitu manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut karyawan, pekerja, atau tenaga kerja.
Ada dua dimensi di dalam Sumber daya manusia :
  • Dimensi kualitatif; mencakup potensi yang ada pada manusia, antara lain ide, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif.
  • Dimensi kuantitatif; terdiri atas prestasi dunia kerja yang memasuki dunia kerja dalam jumlah waktu belajar. 

TEORI- TEORI SUMBER DAYA MANUSIA


  • TEORI KLASIK ADAM SMITH : manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran suatu negara.
  • TEORI JEAN BAPTISTE SAY : peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan/ keterampilan, disiplin, etos kerja yang produktif, sikap kreatif dan inovatif, serta membina lingkungan yang sehat untuk memacu prestasi.
  • TEORI MALTHUS : jumlah penduduk yang tinggi pasti mengurangi nilai produksi perkepala, sehingga untuk mengatasi masalah ini hanya dapat dilakukan dengan mengandalikan pertumbuhan penduduk.
  • TEORI JOHN MAYNARD KEYNES : penggunan tenaga kerja penuh ( fully employed) tidak akan dicapin karena tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai pandangan teori klasik yang menuju keseimbangan.
  • TEORI HARROD DOMAR : disebut sebagai teori pertumbuhan, dimana peran modal fisik dalam model pertumbuhan sangat besar.
  • TEORI ROBERT MERTON SELOW : pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagi sumber daya yang positif.

Jadi pengelolaan sumber daya manusia sendiri akan menjadi bagian yang sangat penting apabila di kelola dengan baik, dan sebaliknya jika sumber daya manusia tidak di kelola dengan baik maka efektivitas apapun tidak akan pernah tercapai.

ORGANISASI
Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Menurut ERNEST DALE: Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Didalam sebuah organisasi terdapat sebuah teori, teori organisasi tersebut berfungsi menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama organisasi dan memberikan tuntunan dalam pengambilan keputusan berdasarkan prediksi akibat pengambilan keputusan tersebut. Menurut Lubis dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. 
Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu. Hakekat kelompok dalam individu untuk mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori yang dapat menerangkan tingkah laku, terutama motivasi, individu dalam proses kerjasama.

Dibawah ini merupakan bagan tentang perkembangan Teori Organisasi:
Teori Organisasi KlasikOrganisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal yaitu sistem kegiatan yang terkoordinasi, kelompok orang, kerjasama, kekuasaan & kepemimpinan. Teori ini berkembang dalam 3 aliran yaitu

  • BIROKRASI : Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL ; “legal” disebabkan ada wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
  • ADMINISTRASI : adanya kaidah; pembagian kerja, wewenang & tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, mendahulukan kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, aturan, keadilan, kelanggengan personalia, inisiatif, dan semangat korps
  • MANAJEMEN ILMIAH : Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi  atau seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja
Teori Neoklasik : Teori ini menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja.

Teori Organisasi Modern : Melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan.
CIRI-CIRI ORGANISASI:
  • Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  • Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  • Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  • Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.
KEPEMIMPINAN
Yang mau jadi calon pemimpin, ayok dibaca duluuuu heheee !!!
Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara fungsional.Kepemimpinan disebut juga figur sentral yang mempersatukan kelompok. Brown (1936) berpendapat bahwa pimpinan tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
  • Teori Genetie : “leaders are born and not made”, penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
  • Teori Sosial : Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :“Leaders are made and not born”.
  • Teori Ekologis : Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
TIPE KEPEMIMPINAN
  • Tipe Otokratik: memiliki karakteristik negatif, egois dan otoriter. Cenderung memandang karywan seperti mesin sehingga tidak menghargai martabat manusia. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan tugas tanpa mengkaitkan dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Pengabaian peranan bawahan dalam pengambilan keputusan.
  • Tipe Paternalistik: tipe ini banyak terdapat di dalam masyarakat; tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru yang dapat dijadikan panutan dan tauladan.
  • Tipe Kharismatik: daya tarik yang ada pada diri seseorang sehingga mampu meraih banyak pengikut.
  • Tipe Laissez Faire: pemimpin memiliki pikiran dimana organisasi akan berjalan dengan lancar karena anggota di dalam organisasi tersebut yang sudah mengetahui tujuan organisasi tersebut, apa yang harus dicapai dan dikerjakan sehingga pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
  • Tipe Demokratis: memperlakukan manusai secara manusiawi, menjujung harkat martabat anggota. Pemimpin ini disegani bukan ditakuti
Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik
  • Pengetahuan umum yang luas, memiliki sikap intuitif dan keingintahuan yang tinggi serta kemampuan analitik.
  • Kemampuan tumbuh dan berkembang serta daya ingat yang kuat
  • Memiliki pandangan holistik terhadap organisasi
  • Keterampilan komunikasi yang efektif, dan keterampilan mendidik untuk meningkatkan kemampuan anggotanya
  • Rasionalitas, objektivitas, dan pragmatisme
  • Kemampuan menentukan prioritas, kemampuan membedakan hal yang urgent dan yang penting
  • Naluri yang tepat, kemampuan memilih waktu yang tepat.
  • Rasa kohesi yang tinggi; senasib sepenanggungan, dan rasa relevansi yang tinggi
  • Menjadi panutan dan pendengar yang baik
  • Adaptabilitas, fleksibilitas, ketegasan, keberanian, orientasi masa depan, dan sikap antisipatif dan proaktif
HUBUNGAN ANTARA SUMBER DAYA MANUSIA, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN
Sumber daya manusia, organisasi, dan kepemimpinan memiliki keterkaitan satu sama lain.Faktor sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan individu yang tepat menjadi kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal dalam implementasi karena faktor manusia sebagai tenaga kerja.
Sumber daya manusia kini makin berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak oraganisai menyadari bahwa unsur manusia dalam suatu organisai dapat memberikan keunggulan bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi. Terdapat dua alasan dalam hal ini. Pertama, SDM memengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi sumber daya manusia merancang dan memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitas, memasarkan produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta menentukan seluruh tujuan dan strategi organisasi. Kedua, SDM merupakan pengeluaran utama organisai dalam menjalankan bisnis. Mengenai perkembangan Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi, Greer menyatakan bahwa : Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital.

Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat penting dalam manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan dalam roda organisasi, namun tetap saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya penggerak dari sumber daya lainnya yang dimiliki oleh organisasi dalam bentuk apapun.

Kemapanan suatu organisasi juga sangat bergantung pada ketersediaan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Contoh Sumber daya manusia yaitu pegawai yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Karena hal ini akan mendorong tercapainya tujuan organisasi dengan lebih cepat, efektif dan efisien, sehingga dengan sendirinya organisasi akan selalu siap menghadapi dan beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada, khususnya yang berhubungan dengan usaha kearah pengembangan organisasi.
Kepemimpinan dan sumber daya manusia adalah fuel organisasai. Mengingat bahwa organisasi tersebut terdiri dari individu-individu, maka pemimpin seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan individu (SDM) dengan kebutuhan organisasi dan seorang pemimpin diharapkan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan bagi setiap tenaga kerja agar tercapainya kepuasan kerja yang berimpilikasi dengan pencapaian tujuan organisasi.
Di samping itu , para pemimpin dituntut untuk mampu secara terampil membimbing organisasi menuju arah strategi baru. Dimana faktor leadership atau kepemimpinan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menginisiasi suatu ide dan gagasan. Dalam proses, organisasi belajar dipupuk dalam lingkungan keterbukaan dan saling percaya hingga memungkinkan orang untuk merangkul perubahan dan berani mencoba tanpa merasa terancam (Zeffane, 1996).Stoner (1995 p.470) Stoner (1995p.470) menjelaskan kepemimpinan sebagai berikut :
  • Leadeship involves other people, pemimpin bekerja dengan melibatkan orang lain. Seorang pemimpin selalu terlibat dengan orang lain. Kesediaan untuk menerima dan menjalankan perintah dari pimpinan adalah peran anggota kelompok menetapkan status pemimpin dan memungkinkan suatu proses kepemimpinan; tanpa masyarakat untuk dipimpin, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan tidak relevan.
  • Leadership involves an unequal distribution of power between leaders and group members. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok.
  • The ability to use the different forms of power to influence follower’s behaviors in a number of ways. Kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang/anggota organisasi dengan beberapa cara.
  • This fourth aspect combines the first three and acknowledges that leadership is about values. Aspek keempat dari definisi Stoner tentang kepemimpinan menggabungkan ketiga aspek pertama dan mengakui bahwa kepemimpinan adalah tentang nilai.
Jadi dari keterangan di atas, Sumber daya manusia dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dua komponen tersebut saling berkaitan untuk mencapai sebuat tujuan organisasi yang diinginkan.

IMPLEMENTASI DI INDONESIA
Saya akan membahas tentang kepemimpinan Ibu Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani merupakan satu-satunya perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membawahi 70 lebih negara. Sri Mulyani awalnya merupakan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun 2010, Sri Mulyani menjadi tokoh yang hangat diperbincangkan berkaitan dengan kasus Bank Century. Para pegawai yang bekerja bersama Sri Mulyani menyatakan bahwa dia adalah orang yang tegas dan disiplin, rasional tapi juga tulus.  Sri Mulyani dengan tegas, berani mereformasi seluruh struktur keoorganisasian yang menjadi inti unit kerja di kementerian keuangan dan   membuat banyak terobosan dalam kebijakan serta berani mengambil risiko yang tinggi, misalnya keputusan menyelamatkan Bank Century. Sri Mulyani menjalankan gaya kepemimpinan yang transaksional dan transformasional pada saat yang bersamaan selama masa kepemimpinannya. Kepemimpinan transaksionalnya terlihat pada saat dia menekankan agar  pegawainya bersikap terbuka, akuntabel dan melayani publik dan dia juga memberikan peningkatan remunerasi sebagai imbalannya, sedangkan untuk kepemimpinan transformasionalnya saat dia melakukan pembaharuan dan reformasi birokrasi didepartemen-departemen yang dipimpinnya, dia memberikan contoh tentang apa yang harus dilakukan, dia mendorong agar anak buahnya menjadi lebih baik dan bertransformasi meninggalkan citra yang buruk, dia menginspirasi orang banyak untuk mempertahankan inegritas dan etika yang baik sebagai pejabat publik. Sri Mulyani juga telah membuktikan bahwa dia mempunyai kualitas-kualitas dan ciri-ciri sebagai pemimpin yang efektif; seperti berintegritas, beretika, mempunyai visi dan misi yang jelas, berani membuat tindakan/keputusan, berani menempuh resiko, memberikan rewards dan punishment, membawa dan melakukan perubahan, memenuhi target yang diharapkan, dan bertanggung-jawab dan akuntabel atas keputusannya, serta masih banyak lagi kualitas lainnya. Dari segi kompetensi inti atau skill, Sri Mulyani memiliki intelektualitas dan pengalaman dibidang perekonomian dan dunia internasional yang sangat baik bahkan diakui oleh pihak internasional serta memiliki kemampuan konseptual yang baik.

 DAFTAR PUSTAKA
Idris, Amiruddin. (2016). Pengatar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Deepublish
s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../MINGGU_3.doc

teori kepemimpinan.doc - Google Docs













 










Psikologi Manajemen

SDM, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN BESERTA IMPLEMENTASI YANG ADA DI INDONESIA 

SUMBER DAYA MANUSIA
Hallo anak muda, udah siap belum untuk jadi Sumber daya manusia ???? yang pasti nya harus memiliki potensi yang bisa digunakan yaaaa, so jangan lupa selalu memperdalam ilmu pengetahuan kalian !!!
Nah, sebelum itu kalian pada tahu ga sih Sumber daya manusia itu apa ???

Yok baca dulu, budayakan membaca selagi masih muda J

Sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM merupakan potensi yang ada dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Hasibuan (2002,p12) membagi komponen SDM menjadi: pengusaha, karyawan (karyawan operasional, karyawan manejerial), dan pemimpin. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.

Dalam sudut pandang lain, pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  • makro yaitu semua manusia, penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasui usia angkatan kerja baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan.
  • mikro yaitu manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut karyawan, pekerja, atau tenaga kerja.
·        Ada dua dimensi di dalam Sumber daya manusia :


  • Dimensi kualitatif; mencakup potensi yang ada pada manusia, antara lain ide, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif.
  • Dimensi kuantitatif; terdiri atas prestasi dunia kerja yang memasuki dunia kerja dalam jumlah waktu belajar. 

TEORI- TEORI SUMBER DAYA MANUSIA


  • TEORI KLASIK ADAM SMITH : manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran suatu negara.
  • TEORI JEAN BAPTISTE SAY : peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan/ keterampilan, disiplin, etos kerja yang produktif, sikap kreatif dan inovatif, serta membina lingkungan yang sehat untuk memacu prestasi.
  • TEORI MALTHUS : jumlah penduduk yang tinggi pasti mengurangi nilai produksi perkepala, sehingga untuk mengatasi masalah ini hanya dapat dilakukan dengan mengandalikan pertumbuhan penduduk.
  • TEORI JOHN MAYNARD KEYNES : penggunan tenaga kerja penuh ( fully employed) tidak akan dicapin karena tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai pandangan teori klasik yang menuju keseimbangan.
  • TEORI HARROD DOMAR : disebut sebagai teori pertumbuhan, dimana peran modal fisik dalam model pertumbuhan sangat besar.
  • TEORI ROBERT MERTON SELOW : pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagi sumber daya yang positif.
Jadi pengelolaan sumber daya manusia sendiri akan menjadi bagian yang sangat penting apabila di kelola dengan baik, dan sebaliknya jika sumber daya manusia tidak di kelola dengan baik maka efektivitas apapun tidak akan pernah tercapai.

ORGANISASI
Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Menurut ERNEST DALE: Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Didalam sebuah organisasi terdapat sebuah teori, teori organisasi tersebut berfungsi menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama organisasi dan memberikan tuntunan dalam pengambilan keputusan berdasarkan prediksi akibat pengambilan keputusan tersebut. Menurut Lubis dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu. Hakekat kelompok dalam individu untuk mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori yang dapat menerangkan tingkah laku, terutama motivasi, individu dalam proses kerjasama.
Dibawah ini merupakan bagan tentang perkembangan teori organisasi:

Teori Organisasi Klasik
Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal yaitu sistem kegiatan yang terkoordinasi, kelompok orang, kerjasama, kekuasaan & kepemimpinan. Teori ini berkembang dalam 3 aliran yaitu
  • BIROKRASI : Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL ; “legal” disebabkan ada wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
  • ADMINISTRASI : adanya kaidah; Pembagian kerja, Wewenang & tanggung jawab, Disiplin, Kesatuan perintah, Kesatuan pengarahan, Mendahulukan kepentingan umum, Balas jasa, Sentralisasi, Rantai Skalar, Aturan, Keadilan, Kelanggengan personalia, Inisiatif, dan Semangat korps
  • MANAJEMEN ILMIAH : Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi  atau seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja
Teori Neoklasik : Teori ini menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja.
Teori Organisasi Modern : melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan.
CIRI-CIRI ORGANISASI:
  • Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  • Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  • Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  • Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.
KEPEMIMPINAN
Yang mau jadi calon pemimpin, ayok dibaca duluuuu heheee !!!
Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara fungsional.Kepemimpinan disebut juga figur sentral yang mempersatukan kelompok. Brown (1936) berpendapat bahwa pimpinan tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
  • Teori Genetie : “leaders are born and not made”, penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
  • Teori Sosial : Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :“Leaders are made and not born”.
  • Teori Ekologis : Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
TIPE KEPEMIMPINAN
  • Tipe Otokratik: memiliki karakteristik negatif, egois dan otoriter. Cenderung memandang karywan seperti mesin sehingga tidak menghargai martabat manusia. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan tugas tanpa mengkaitkan dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Pengabaian peranan bawahan dalam pengambilan keputusan.
  • Tipe Paternalistik: tipe ini banyak terdapat di dalam masyarakat; tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru yang dapat dijadikan panutan dan tauladan.
  • Tipe Kharismatik: daya tarik yang ada pada diri seseorang sehingga mampu meraih banyak pengikut.
  • Tipe Laissez Faire: pemimpin memiliki pikiran dimana organisasi akan berjalan dengan lancar karena anggota di dalam organisasi tersebut yang sudah mengetahui tujuan organisasi tersebut, apa yang harus dicapai dan dikerjakan sehingga pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
  • Tipe Demokratis: memperlakukan manusai secara manusiawi, menjujung harkat martabat anggota. Pemimpin ini disegani bukan ditakuti
Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik
  • Pengetahuan umum yang luas, memiliki sikap intuitif dan keingintahuan yang tinggi serta kemampuan analitik.
  • Kemampuan tumbuh dan berkembang serta daya ingat yang kuat
  • Memiliki pandangan holistik terhadap organisasi
  • Keterampilan komunikasi yang efektif, dan keterampilan mendidik untuk meningkatkan kemampuan anggotanya
  • Rasionalitas, objektivitas, dan pragmatisme
  • Kemampuan menentukan prioritas, kemampuan membedakan hal yang urgent dan yang penting
  • Naluri yang tepat, kemampuan memilih waktu yang tepat.
  • Rasa kohesi yang tinggi; senasib sepenanggungan, dan rasa relevansi yang tinggi
  • Menjadi panutan dan pendengar yang baik
  • Adaptabilitas, fleksibilitas, ketegasan, keberanian, orientasi masa depan, dan sikap antisipatif dan proaktif
HUBUNGAN ANTARA SUMBER DAYA MANUSIA, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN

Faktor sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan individu yang tepat menjadi kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal dalam implementasi karena faktor manusia sebagai tenaga kerja.
Sumber daya manusia kini makin berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak oraganisai menyadari bahwa unsur manusai dalam suatu organisai dapat memberikan keunggulan bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi. Terdapat dua alasan dalam hal ini. Pertama, SDM memengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi sumber daya manusia merancang dan memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitas, memasarkan produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta menentukan seluruh tujuan dan strategi organisasi. Kedua, SDM merupakan pengeluaran utama organisai dalam menjalankan bisnis. Mengenai perkembangan Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi, Greer menyatakan bahwa : Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital.

Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat penting dalam manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan dalam roda organisasi, namun tetap saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya penggerak dari sumber daya lainnya yang dimiliki oleh organisasi dalam bentuk apapun.

Kemapanan suatu organisasi juga sangat bergantung pada ketersediaan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Contoh Sumber daya manusia yaitu pegawai yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Karena hal ini akan mendorong tercapainya tujuan organisasi dengan lebih cepat, efektif dan efisien, sehingga dengan sendirinya organisasi akan selalu siap menghadapi dan beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada, khususnya yang berhubungan dengan usaha kearah pengembangan organisasi.
Kepemimpinan dan sumber daya manusia adalah fuel organisasai. Mengingat bahwa organisasi tersebut terdiri dari individu-individu, maka pemimpin seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan individu (SDM) dengan kebutuhan organisasi dan seorang pemimpin diharapkan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan bagi setiap tenaga kerja agar tercapainya kepuasan kerja yang berimpilikasi dengan pencapaian tujuan organisasi.
Di samping itu , para pemimpin dituntut untuk mampu secara terampil membimbing organisasi menuju arah strategi baru. Dimana faktor leadership atau kepemimpinan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menginisiasi suatu ide dan gagasan. Dalam proses, organisasi belajar dipupuk dalam lingkungan keterbukaan dan saling percaya hingga memungkinkan orang untuk merangkul perubahan dan berani mencoba tanpa merasa terancam (Zeffane, 1996).Stoner (1995 p.470) Stoner (1995p.470) menjelaskan kepemimpinan sebagai berikut :
  • Leadeship involves other people, pemimpin bekerja dengan melibatkan orang lain. Seorang pemimpin selalu terlibat dengan orang lain. Kesediaan untuk menerima dan menjalankan perintah dari pimpinan adalah peran anggota kelompok menetapkan status pemimpin dan memungkinkan suatu proses kepemimpinan; tanpa masyarakat untuk dipimpin, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan tidak relevan.
  • Leadership involves an unequal distribution of power between leaders and group members. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok.
  • The ability to use the different forms of power to influence follower’s behaviors in a number of ways. Kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang/anggota organisasi dengan beberapa cara.
  • This fourth aspect combines the first three and acknowledges that leadership is about values. Aspek keempat dari definisi Stoner tentang kepemimpinan menggabungkan ketiga aspek pertama dan mengakui bahwa kepemimpinan adalah tentang nilai.